Ikan tuna merupakan salah satu ikan laut yang memiliki
beberapa spesies dari famili scombridae dan genus thunnus. Ikan ini termasuk
perenang andal (penelitian pernah mengukur mampu mencapai 77 km/jam). Juga
mempunyai aspek fisiologi tuna yaitu kemampuan untuk menjaga suhu tubuh tetap
lebih tinggi daripada suhu lingkungan di sekitarnya seperti spesies tuna besar,
tuna sirip biru (thunnus thynnus), bisa menaikkan suhu darahnya di atas suhu
air karena aktifitas otot – otot mereka.
Hal inilah yang membuat ikan tuna
bertahan hidup pada air laut yang lebih dingin sehingga dapat hidup dalam
kondisi yang paling sulit sekalipun. Secara biologi, ciri – ciri ikan tuna
adalah memiliki sirip punggung (dorsal) dua berkas, sirip punggung pertama
berukuran kecil dan terpisah dari sirip punggung kedua, dibelakang sirip
punggung dan sirip dubur (anal) terdapat jejeran sirip – sirip kecil tambahan
yang disebut finlet.
Sirip ekor bercabang dalam (bercagak) dengan jari – jari
penyokong menutup seluruh ujung hipural, dikedua sisi batang ekor terdapat dua
lunas samping berukuran kecil dimana pada beberapa spesies tertentu mengapit
satu lunas samping yang lebih besar. Di sekitar sirip dada ditutupi oleh sisik
– sisik tebal dan agak besar, bagian tubuh sisanya bersisik kecil atau tanpa
sisik. Ikan ini juga memiliki tulang belakang (vertebrae) antara 31 – 66 buah.
Secara umum ikan laut memiliki daging yang berwarna putih, tetapi daging ikan
tuna berwarna merah muda hingga merah tua dan bertubuh besar atau fusiform. Hal
ini disebabkan otot ikan tuna kaya akan kandungan zat myoglobin. Ikan laut lain
yang menyerupai tuna adalah tongkol dan cakalang.
1). Thunnus alalunga ( bonnaterre, 1788 ), tuna
albakora, 105 sentimeter ( 41 in )
2). Thunnus albacares ( bonnaterre, 1788 ),
madidihang atau tuna jabrig
3). Thunnus atlanticus ( lesson, 1831 ), tuna sirip
hitam
4). Thunnus maccoyii ( castelnau, 1872 ), tatihu
5). Thunnus obesus (
lowe, 1839 ), tuna mata besar
6). Thunnus orientalis ( temminck & schlegel,
1844 ), tuna sirip biru pasifik
7). Thunnus thynnus ( linnaeus, 1758 ), tuna
sirip biru
8). Thunnus tonggol ( bleeker, 1851 ), tongkol abu - abu
9). Thunnus
karasicus ( lesson, 1831 ), tuna karasik Menurut beberapa sumber,
fillet tuna
adalah bagian dari ikan laut yang berasa sangat lezat, apalagi jika anda pintar
mengolahnya menjadi salah satu hidangan seafood atau masakan Padang, sehingga
banyak orang yang suka apalagi ikan tuna dikenal juga sebagai bahan makananyang memiliki manfaat tinggi untuk kesehatan ibu hamil, seperti dijelaskan dibawah ini :
1). Ikan tuna memiliki kandungan asam amino bebas histidin yang
cukup tinggi, oleh karenanya dengan mengkonsumsi tuna sangat baik untuk program
diet yang sedang anda jalani, didukung oleh kandungan protein yang cukup tinggi
menjadikan seorang ibu hamil tetap terlihat cantik.
2). Ikan tuna sangat baik
untuk kesehatan otak janin sehingga kelak setelah mereka lahir akan menjadi
anak – anak yang cerdas.
3). Zat protein dalam ikan tuna membantu pembentukan
kulit, rambut dan kuku yang cantik terhadap calon bayi anda, juga bagus untuk
menjaga otot – otot janin tetap kuat serta membersihkan darah ibu menjadi
sehat.
4). Bagus buat pencegahan penyakit secara umum terhadap si ibu seperti
baik untuk kesehatan jantung, sumber vitamin B tinggi, menjaga sistem imunisasi
tubuh tetap sehat, menjaga tekanan darah tetap normal sehingga terhindar dari
stroke, mencegah kanker, dan menurunkan kadar trigliserida.
5). Kandungan ikan
tuna seperti kalori, karbohidrat, vitamin dan mineral serta lemak yang bagus
untuk kesehatan ibu dan calon bayi. Namun dibalik kelima manfaat makanan laut
dari ikan tuna terhadap ibu hamil seperti tersebut di atas, ada dua hal yang
perlu mendapat perhatian khusus yaitu porsi dan kandungan merkuri.
Seperti
dijelaskan sebelumnya, bahwa ikan tuna kaya akan kandungan asam amino bebas
histidin. Jika cara pengolahannya salah maka zat histidin dalam daging tuna
akan berubah menjadi senyawa toksik atau disebut dengan istilah histamin.
Senyawa histamin inilah yang mengeluarkan racun scombroid dan menyebabkan
alergi, jika anda mengkonsumsinya dalam porsi berlebihan justru tidak akan
menyehatkan tubuh. Demikian pula halnya dengan ikan laut yang mengandung merkuri.
Efek ini terjadi karena lingkungan tempat ikan tersebut hidup tercemar oleh zat
– zat kimia karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap
keselamatan kehidupan laut, sehingga berbahaya bagi perkembangan kesehatan ibu
dan janin yang dikandung. Fisik ikan tuna yang terlanjur mengandung merkuri
atau yang terkontaminasi adalah berbeda dari ikan tuna di lingkungan sehat.
Tuna yang mempunyai fisik tubuh berwarna kuning mempunyai kandungan merkuri
lebih rendah dibandingkan dengan ikan tuna yang tubuhnya berwarna putih atau
albacore. Untuk wanita hamil, disarankan mengkonsumsi ikan tuna dalam sehari
tidak lebih dari 6 ons, sehingga anda akan benar – benar merasakan manfaat ikan
ini mulai dari lemak, daging dan minyaknya untuk membantu menjaga kesehatan dan
nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar